Probabilitas Ramly Di Pilkada Buru 2017

er

 

Pesta demokrasi lokal ajang pemilihan kepala daerah kabupaten Buru kini didepan mata, hajatan Negara yang diselenggarakan pada tanggal 15 february 2017 ini merupakan ritual lima tahun sekali untuk masarakat menentukan pemimpin daerah (baca:Bupati) untuk masa kepemimpinan lima tahun kedepan. Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) KPU Kabupaten Buru, Nomor 20/KPTS/KPU.Buru/­029.433691/X/2016 telah menetapkan dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dengan Bakir Lumbessy dan Rully Madani Hentuhu pada Nomor urut satu sedangkan Ramly I Umasugi dan Amus Besan pada nomor urut dua.

Tentunya pasca penetapan tersebut pada tanggal 24 oktober 2016  kedua pasangan calon harus mampu menunjukan kemampuanya dalam melakukan Marketing politik  yang merupakan serangkaian aktivitas terencana, taktis, berdimensi  jangka panjang  dalam menyebarkan makna politik  kepada pemilih (Nursal, 2004) sehingga mendapatkan simpati masarakat untuk menyalurkan hak pilihnya pada 15 february mendatang.

Selain modalitas politik yang berupa finansial tentunya Popularitas, elektabilitas track record leadership dan juga kepribadian  akan menjadi acuan sebagai Probabilitas (kemungkinan) menang kalahnya salah satu pasangan.

Ramly ibrahim Umasugi atau dengan sapaan Bang Ramly merupakan Bupati Kab. Buru periode 2012-2017 yang juga turut andil bertarung sebagai calon Bupati Periode 2017-2022, track recork dan sepak terjangnya di dunia politik tak dapat diragukan lagy.  Pria kelahiran 04 desember 1970 mengawali karir politiknya sebagai anggota DPRD dua Periode (2000-2004 dan 2004-2009) sempat menduduki jabatan strategis sebagai ketua DPRD dan pernah menjadi wakil Bupati pada periode 2007-2012.

 

Rekam jejaknya di kancah perpolitikan selama tujuh belas tahun membuat Ramly menjadi tokoh publik dengan tingkat popularitas yang terkenal di berbagai pelosok daerah di kabupaten Buru bahkan nama seorang Ramly kini telah menggema sampai ketingkat Propinsi, apalagi hal tersebut ditunjang dengan kepribadianya yang bertangan dingin dan dikenal dengan pemimpin yang selalu peka terhadap segala kebutuhan masarakat.

Jika menggunakan teori probability politic (teori kemungkinan dalam politik), pada prinsipnya Ramly bersama pasanganya Amus Besan memiliki peluang Besar sampai saat ini, Jika tinjauannya dilihat dari aspek  kendaraan politiknya (partai politik). dikarenakan pesaing politiknya (kandidat lainnya) hanya diusung tiga partai politik yang dimana salah satu partainya (PPP) masih mengalami konflik internal yang belum menemui titik jelasnya, sedangkan Ramly dan pasanganya Amus Besan yang menggunakan jargon “RAMA” diusung dan didukung oleh sembilan partai besar yang memiliki  delapan belas Kursi di gedung DPRD secara totalitas.

Hal tersebut merupakan modalitas politik yang menjanjikan bagi Ramly Umasugi dan pasanganya Amus besan untuk menduduki jabatan Bupati dan Wakil Bupati di periode 2017-2022, apalagy didongkrak dengan tipe kepemimpinan dan manajemen leadership Ramly  yang menimbulkan espektasi masarakat Buru untuk dirinya memimpin kembali dilima tahun akan datang. Sedangkan terkait dengan isu-isu miring yang menerpa dirinya terkait dugaan korupsi dan lain-lain, Ramly adalah tipe pemimpin yang mampu menciptakan konsesnsus publik  yang dapat mematahkan fitnah-fitnah politik untuk dirinya.

Keanomalian dalam politik di Kabupaten Buru terkadang sulit di prediksikan dengan turbelensi politik yang kuat. Tapi kita bisa pelajari dari gerakan perilaku aktor politik yang terhidden (tersembunyi) dan nyata di publik berbasiskan informasi dan data, dan sesuai dengan fakta empiris hasil Survei dan simulasi pilkada posisi Ramly umasugi dan pasanganya Amus Besan (RAMA) lebih mendominasi dalam perhelatan pilkada Buru 2017.(RN-MR)

Tinggalkan komentar