
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwasanya pariwisata telah menjelma menjadi komponen penting yang mengikat kebutuhan dan kepuasan seorang manusia. Betapa tidak? teduhnya matahari tenggelam, sejuknya udara pegunungan serta manisnya kicauan burung merupakan segelintir keajaiban alam yang mampu menenangkan jiwa setiap manusia dari kepenatan aktivitas sehari-hari.
Berbicara tentang potensi keindahan alam, kabupaten Buru yang berjulukan Bupolo ini juga memiliki aset keindahan alam (wisata) yang tak terkalahkan dengan panorama-panorama wisata alam lainya. Selain terkenal dengan artefak-artefak peninggalan sejarah dan tempat pembuangan tapol (tahanan politik : 1969) pulau Buru juga memiliki sebuah destinasti wisata danau yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan-wisatawan baik dari dalam negri maupun luar Negri.
Danau tersebut sering disapa dengan istilah danau Rana, lokasinya di Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, sekitar 123 Km dari Namlea, Ibukota Kabuaten Buru. Danau yang berada di ketinggian 700 Mdpl ini merupakan danau terbesar di Maluku dengan panjang sekitar 43 Km.
Keistimewaan Danau Rana, Kondisi alamnya masih asli, tenang, sejuk, dan airnya jernih serta beberapa bagian permukaan airnya dipenuhi tanaman bunga teratai.Kelebihan lainnya, danau ini dikelilingi desa-desa adat. Ada 10 desa adat antar lain Wamamboli, Kaktuan, Erdafa, Waimite, Wagrahi, dan Waireman yang masing-masing warganya masih memegang kuat aturan adat setemp Jadi pengunjung yang datang ke Danau Rana, selain menikmati pemandangan alam danau juga bisa melihat kehidupan masyarakat adat setempat Termasuk melihat rumah tradisional buru yang dominan terbuat dari kayu, tarian tradisional antara lain Tari Sawat Buru sebagai ucapan selamat datang bagi tamu yang berkunjung.
Di Danau Rana-nya sendiri, pengunjung bisa berkeliling dengan menyewa perahu dayung milik penduduk setempat dengan harga sekitar Rp 100 ribu per perahu, sudah termasuk dengan seorang pemandu, yang siap mengantar pengunjung mengelilingi danau.Perahunya tidak boleh bermesin, jadi harus mendayung. Pengunjung juga tidak diperbolehkan membunuh binatang, termasuk memancing. Ini sesuai adat masyarakat setempat.
Kelebihan Danau Rana lainnya, merupakan objek wisata yang berkonsep adventure. Akses jalannya sudah terbuka walau belum diaspal. Perjalanan dari penginapan resort pantai terdekat yakni di Desa Wamlana, Kecamatan Air Buaya dengan mobil offroad sekitar 3 jam. Melewati hutan-hutan tropis, seakan sedang melakukan petualangan.
Selama perjalanan menuju Danau Rana dari Wamlana sekitar 43 Km, pengunjung disuguhkan pemandangan alam yang indah, beraneka jenis tumbuhan yang berada di hutan lindung, dan menikmati keindahan desa-desa di pesisir Barat Pulau Buru dari gunung.
Alternatif lain ke Danau Rana bisa lewat laut. Dari kota Namlea menggunakan speedboat menuju Desa Tifu, Kecamatan Leksula sekitar 5 jam perjalanan. Setelah sampai di Desa Tifu, bisa menggunakan truk menuju Desa Waelo yang berjarak sekitar 40 Km. Dari sini petualangan baru dimulai menuju pusat danau Rana sekitar 6 jam dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan akan melewati perkampungan asli Pulau Buru.
(dirilis oleh : Rana News.Com)