13 Korban Pesawat Hercules Jatuh di Wamena Akan Diterbangkan ke Malang

Jakarta – Pesawat Hercules C130 A1334 milik Lanud Abdulrachman Saleh jatuh di Gunung Tugima, Wamena, Papua, pagi tadi, masih memiliki sisa waktu penerbangan selama 64 jam, sejak didatangkan dari Australia pertengahan Febuari 2016 lalu.

“Sisa penerbangan masih 64 jam, untuk pesawat yang mengalami kecelakaan di Wamena, tadi pagi, itu,” ujar Danlanud Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama Djoko Senoputro usai mengunjungi kediaman Peltu Suyata, juru mesin II di Perum Asrikaton Indah, Kabupaten Malang, Minggu (18/13/2016).

Dia menyebut, ada lima unit pesawat yang sama dimiliki Skadron 32 Pangkalan TNI AU Abdulachman Saleh. “Sesuai instruksi pimpinan, semua distop dulu untuk tidak beroperasi,” sebut Djoko.

Dia mengaku, sudah menjalankan prosedur perawatan pesawat sebelum berangkat menjalankan misi penerbangan. Kecelakaan yang terjadi, kata dia, diduga disebabkan karena faktor cuaca.

“Tetapi kondisi runway sangat tidak baik. Itu informasi yang kami terima. Tetapi lebih jelasnya menunggu hasil penyelidikan,” tegas Djoko.

Dikatakan, bahwa kedepan tidak terjadi lagi, kecelakaan serupa. Dengan berupaya menghindari adanya permasalahan ataupun kesalahan. “Kedepan kami ingin lebih baik, dan baik lagi,” harap dia.

Ditambahkan, jika semua jenazah awak dan kru pesawat sudah dievakuasi dan nantinya akan dibawa ke Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh. “Diperkirakan malam tiba disini (Malang), menggunakan Being. Untuk tempat pemakaman kami siapkan di TMP, tetapi nanti kembali dipasrahkan kepada keluarga,” sahutnya.

Djoko mengatakan pesawat tersebut tengah menjalankan misi kaderisasi selama lima hari. Pesawat berangkat dari Malang tanggal 17 hingga 21 Desember 2016 dengan rute Malang-Timika.

“Pesawat jalankan misi pemantapan kaderisasi kaptensi. Selama 5 hari, pulang kembali tanggal 21 Desember nanti,” kata Danlanud Abd Saleh Marsekal Pertama Djoko Senoputro kepada wartawan usai mengunjungi rumah awak dan kru, Minggu (18/12/2016).

Djoko tidak mengetahui barang yang diangkut pesawat naas itu. Serta penyebab pasti kecelakaan. “Jenis barang yang dibawa, saya kurang tahu. Nanti tim yang disana akan melihat. Sebenarnya cuaca bagus, tapi untuk runway memang kurang baik,” tegasnya.

Dia menduga, faktor cuaca menjadi penyebab awal dari kecelakaan pesawat dibeli dari Australia itu. “Kemungkinan awal prediksi karena cuaca,” terangnya.(sumber Detik.com)6b9361e5-373e-484a-bfbc-b37beeefb251_169

Lautan Manusia Banjiri Kampanye “RAMA” di Air Buaya.

 

 

15591898_120300001169713814_1475365571_nNamlea, Rana News– Lautan manusia hadiri dan banjiri lokasi kampanye pasangan Calon Bupati dan calon wakil Bupati Buru Ramly I Umasugi dan Amus Besan (RAMA) di desa air buaya kecamatan air buaya Minggu (18/12) siang.

Pasangan RAMA saat tiba di Air Buaya disambut oleh masyarakat desa air buaya dengan berbagai atraksi adat buru, selanjutnya RAMA digiring oleh kepala-kepala soa dan melakukan upacara adat sekaligus dengan ritual adat buru untuk mendoakan pasangan tersebut berhasil dan sukses untuk memenangkan pilkada buru pada tanggal 15 februari 2017 mendatang.

Calon Bupati Buru Ramly I Umasugi tidak menyangka bahwa akan ada penjemputan dan acara kampanye RAMA semeriah ini, selain memberikan materi-materi kampanye terkait Visi-misi, Umasugi juga memberikan apresiasi terhadap masyarakat buru terutaman masyarakat desa air buaya yang telah dengan suka rela mendukung pasangan RAMA untuk berkampanye di desa tersebut.

Sementara itu calon wakil bupati buru Amus Besan meminta terimakasih kepada masyarakat air buaya yang sudah membuat kejutan kepada pasangan RAMA, Besan berharap kehadiran ribuan massa pendukung RAMA di desa ini sudah menunjukan komitmen politik yang positif kepada pasangan RAMA.

“saya secara pribadi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masarkat air buaya yang telah memberikan kejutan kepada kami dari pasangan rama.” tandas Besan.

Besan juga berharap, kiranya massa sebanyak ini dapat mempertahankan hak politik mereka kepada pasangan RAMA hingga jelang pilkada 15 februari mendatang. Kampanye yang digelar di desa air buaya yang dihadiri ribuan massa pendukung RAMA terlihat meriah, lokasi kampanye terlihat dipadati oleh masyarakat di kiri kanan panggung untuk mendengarkan pesan-pesan politik terkait pembangunan lima tahun mendatang.(RN-MR)

konsep “Water Front City”, Icon Kota Namlea

pmp-1

Namlea, Rana News,- Calon Bupati Buru Ramly I Umasugi, saat berkampanye di Pasar Inpres Namlea pada Rabu (15/12) malam mengatakan, untuk menjadikan Kota Namlea sebagai kota-kota yang indah, moderen dan ternama di tingkat Nasional maka, telah melahirkan konsep Water Front City (Kota dengan menghadap ke laut),

“Dengan menghadirkan konsep ini agar kita menjadikan kota  ini kota yang lingkungannya bersih, bukan hanya itu, untuk mendukung kota ini menjadi kota yang bersih akan saya berupaya juga untuk melakukan pembangunan ruas jalan di bantaran pantai, mulai dari Pantai Merah Putih (PMP) sampai ke Pasar, kemudian seluruh rumah gantung yang berada pada bantara pantai akan kita bangun, tetapi dengan posisi menghadap ke laut dengan tidak semena-mena menggusur rumah warga,” janji Umasugi.

Disamping itu kata Umasugi, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat maka, dirinya akan menghadirkan program 1.000 rumah layak huni, “Akan kita bagikan kepada saudara-saudara kita yang berada pada bantaran pantai, agar kita bangun rumah batu menghadap ke laut, sehingga dapat tercipta konsep Water Front City, agar orang yang masuk ke Namlea, akan melihat pemandangan kota yang bagus dan indah, dan dari program ini juga secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf hidup sehat di lingkungan keluarga,” katanya.

Bukan hanya itu Umasugi juga mengaku, untuk menjadikan Kota Namlea sebagai kota yang modern dan inofatif,  maka akan menjadikan lahan 30% dari seluruh lahan di Kota Namlea untuk dijadikan sebagai taman-taman hijau dan sebagai areal pertemuan warga, “Ini yang saya lakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang baik di kota ini, ini yang kami tawarkan dan akan kami lakukan untuk masyarakat di kota ini,” katanya.(RN-MR)

RAMA Disambut Ratusan Warga Kompleks Pasar Inpres Namlea.

calon-bupati-buru-ramly-umasugi-saat-berorasi-kampanye-di-pasar-inpres-namleaNamlea, Rana News,- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ramly I Umasugi dan Amus Besan, dengan jargon RAMA disambut dengan meriah oleh ratusan warga kompleks pasar inpres namlea yang ditandai dengan pemakaian kopia asal suku Bugis kepada Ramly I Umasugi yang dilakukan oleh Tim CELEBES Pemenang RAMA.

sosok calon Bupati Buru Ramly Umasugi ternyata tidak asing lagi bagi warga kawasan Kompleks Pasar Inpres Namlea, karena sosok pemimpin yang dijuluki pria bertangan dingin dan peletak dasar pembangunan Kabupaten Buru ini, sering berinteraksi sesama warga sekitar dan lahir, berkembang dan tumbuh besar di Kecamatan Namlea.

Umasugi dalam kampanye dialogisnya di depan ratusan warga Kompleks Pasar Inpres Namlea mengatakan, sebagai tawaran politik untuk mempertanggung jawabkan amanah dari rakyat, maka ia telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang didalamnya termuat program-program yang pro rakyat, berpihak kepada rakyat untuk bagimana menghadirkan kesejahteraan, keterbukaan demokratis, dan berkeadilan untuk menciptakan senyum Bupolo. “Yang akan saya lakukan untuk Kabupaten Buru, dan pada khususnya di daerah Kompleks Pasar Inpres Namlea ini adalah,  akan terus melakukan pembangunan pasar dengan mulai menyambung pasar yang sedang di bangun mulai dari pasar ikan sampai ke pasar ini, dengan nilai pembangunan 7 Miliyar yang berasal dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK )”

Ini yang sedang dibangun sekarang, untuk bagimana meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat, karena pertumbuhan ekonomi kita semakin baik, jumlah pedagang semakin bertambah, sehingga diperlukan perluasan areal pasar, “Ini bukti nyata kami, dan ini merupakan perencanaan kami untuk warga masyarakat yang mencari hidup di kawasan pasar,” tuturnya.

Sementara itu, ketua Tim Kampanye Iksan Tinggapi dalam orasi politiknya menghimbau, warga pasar inpres Namlea agar jangan terkecoh dan terbuai dengan sejumlah tawaran politik sesat yang diperankan oleh sejumlah oknum-oknum pemain fitnah politik, “politik adu domba saat ini sementara dimainkan oleh pihak sebelah yang mau menjatuhkan pasangan RAMA, politik yang dimainkan mereka itu adalah politik kotor, suka menebar fitnah, mencai dan memaki kita orang kay way (orang basudara) di Buru”.

Tinggapi meminta, warga pasar inpres untuk bersama-sama pasangan RAMA untuk mengawal pilkada ini dengan damai, “olehnya mari kita berlayar dengan perahu yang besar, yang nahkodanya pak Ramly dan pak Amus, mari kita ramai-ramai memilih pasangan RAMA untuk melanjutkan pemerintahan yang pro rakyak demi kemaslahatan ummat di negeri ini”.(RN-MR)

 

RAMA Diarak Warga Siahoni

 

rama-di-arak-oleh-masyarakat-desa-siahoni-saat-hendak-berkampaye-di-desa-tersebut

 Djaidun Target: RAMA Menang Diatas 95%

 

Namlea, Rana News,- Pasangan Calon Bupati Buru Ramly I Umasugi dan Calon Wakil Bupati Buru Amus Besan (RAMA) menargetkan kemenangannya diatas 95% di Desa Siahoni, demikian disampaikan Djaidun Saanun, Orator Tim Kampanye RAMA pada Jumat (16/12)  malam saat berkampanye di Desa tersebut.

Dikatakannya, Desa Siahoni hampir semua pemilih Fanatik, hanya ada dua keluarga saja yang mempunyai pilihan berbeda, namun tanda-tanda kemenangan RAMA di Desa Siahoni sudah di depan mata,

“saya yakin dan saya tau persis desa siahoni, selain sebagai desa binaan saya, saya berhasil menjadi anggota DPRD Buru berkat bapak ibu masyarakat di sini”. Kata Djaidun saat berorasi.

Ditempat yang sama, ketua Tim Kampanye RAMA, Ikasan Tinggapy mengatakan, kedewasaan dalam berpolitik masyarakat desa siahoni patut menjadi contoh yang baik bagi desa-desa lain di daerah ini, dimana berdasarkan informasi yang diperoleh, meskipun perbedaan politik namun semua masyarakat bergandengan tangan untuk bekerja dan saling membantu membuat acara yang besar untuk penjemputan pasangan RAMA berkampanye,

“luar biasa, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat desa siahoni yang begitu rukun dalam bekerja sama untuk penjemputan pasangan RAMA”.

Tinggapi menghimbau, menjelang hari H pencoblosan agar masyarakat desa siahoni jangan terpengaruh dengan isyu-isyu yang sengaja dimainkan oleh sekelompok orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mempengaruhi hak politik, olehnya dirinya mengajak untuk bersama-sama mengawal pasangan RAMA menuju kemenangan.

Sementara itu, Calon Bupati Petahana Ramly I Umasugi dalam orasinya mengatakan, kedepan pasangan RAMA akan memperluas lahan pemukiman masyarakat desa siahoni, dikarenakan tiap saat keluarga baru akan bertambah,“kita akan memperluas lagi pemukiman di sini untuk masyarakat bisa membangun rumah, terutama bagi mereka yang baru berkeluarga”.

Selain memperluas penataan lingkungan, Desa Siahoni merupakan pintu masuk Pariwisata menuju kecamatan Waeapo, olehnya kedepan akan dibenahi perlahan-lahan dan dikembangkan.

Sebelumnya, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buru, Ramly Umasugi – Amus Besan di arak dengan menggunakan tandu oleh warga saat hendak berkampanye di Desa Siahoni Jumat (16/12) malam.

Keterangan yang berhasil di himpun, warga telah mengorbankan 1 ekor sapi guna menggelar kampanye, bukan saja itu, semua masyarakat desa tersebut terlibat dalam pekerjaan untuk menyambut pasangan RAMA berkampanye tanpa ada perbedaan politik.(RN-MR)

 

Kab. Buru Raih Penghargaan Dari Mentri Keuangan

15595522_120300001147370194_1346192514_o

 

Ambon, Rana News,-Pemerintah Daerah Kab. Buru  bersama pemprov Maluku dan dua kabupaten lainya (Kab. Maluku Tengah dan Kab. Maluku Tenggara ) Meraih penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani atas prestasi dalam menyusun dan menyaji­kan laporan keuangan tahun 2015.

Piagam penghargaan ini diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perben­daharaan Provinsi Maluku, Usdek Rahyono, Selasa (13/12) di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku.

Rahyono dalam sambutannya mengatakan, predikat tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Sementara, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja daerah yang diukur dari berbagai aspek.

“Penghargaan ini diberikan seba­gai wujud apresiasi terhadap kinerja daerah yang diukur dari beberapa aspek, yakni aspek pengelolaan keuangan, pelayanan dasar publik, perkembangan eko­nomi, dan kese­jahteraan masyarakat, yang secara tidak langsung mencerminkan keberhasilan pembangunan daerah,” ujarnya.

Gubernur berharap, penghargaan yang diberikan dapat dipertahankan. Bagi daerah lainnya gubernur mendorong agar ditahun yang mendatang bisa sama seperti 3 daerah lainnya yang mendapatkan penghargaan.

“Maluku Tenggara berkembang pesat sekali, tetap dipertahankan ya, dan untuk daerah lainnya, saya harap agar di tahun yang akan datang bisa juga meraih penghargaan yang sama. Bursel dan SBB, saya minta perhatian serius bupati-nya untuk hal ini,” tegasnya.

Ia mengajak, semua bupati/walikota, para Kuasa Pengguna Anggaran, untuk menjaga amanah rakyat dalam mengelola keuangan negara dan keuangan daerah ini dengan sebaik-baiknya.

“Saya mengajak kita semua, para bupati/walikota, para Kuasa Pengguna Anggaran, dan semua pihak yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan, mari kita jaga amanah rakyat dalam mengelola keuangan negara dan keuangan daerah ini dengan sebaik-baiknya,” tandas gubernur. (Sumber siwalima)

Fakta Unik Minyak Kayu Putih “BURU”

phoca_thumb_l_pohon-minyak-kayu-putih2

Minyak kayu putih dari Ambon sudah terkenal di seluruh Indonesia sejak ratusan tahun lalu.Bahkan popularitasnya menyebrangi lautan hingga ke daratan Eropa. Walaupun terkenal dari ambon,namun sesungguhnya bukanlah pulau atau kota ambon sebagi penghasil terbesar komoditi ini.sebab, pada dasarnya selama ini minyak kayu putih produksi yang lebih terkenal berasal dari Kabupaten buru (salah satu pulau dalam gugusan kepulaun di provinsi Maluku).

kabupaten buru merupakan salah satu daerah yang dikenal sebagai daerah penghasil minyak kayu putih yang cukup banyak di indonesia.Disana, pohon kayu putih tumbuh secara alamiah.Artinya,tanaman ini tidak pernah di budidayakan.Walaupun demikian, minyak kayu putih dikabupaten Buru cukup terkenal karena tingkat kemurnian atau keaslian yang selalu dijaga oleh para petani atau penyuling daun minyak kayu putih.
Kebanyakan orang yang mengunjungi pulau buru menjadikan minyak kayu putih sebagai oleh-oleh atau cindera mata.
Iklim kabupaten buru yang panas dan rendah curah hujannya membuat pohon ini mampu tumbuh sumbur.Memang ,pohon yang menghasilkan rendemen minyak kayu putih yang tinggi umumnya berasal dari daerah kering.Dalam hal ini apabila suhu atau iklim tempat tumbuh minyak kayu semakin kering maka kualitas minyak yang akan di hasilkan akan semakin bagus dan baik.Jenis pohon kayu putih yang tumbuh liar dikabupaten buru adalah kayu putih yang berasal dari jenis pohon Melaleuca leucadendron atau Melaleuca cajuputi.
Alasan kenapa kota Ambon menjadi terkenal sebagai penghasil minyak kayu putih ,karna keunggulan geografis .sedangkan pulau Buru dan pulau-pulau gugusan Maluku lainnya tidak memilki pelabuhan laut yang di layari kapal-kapal ke seluruh Indonesia. semua lalu lintas laut dari pulau buru dan pulau-pulau lainnya yang berada di Maluku harus melalui Ambon. kelebihan fasilitas yang di miliki ambon inilah yang menyebabkan ambon sebagai penghasil terbesar minyak kayu putih.
Alasan lain kenapa minyak kayu putih asli Pulau Buru sering dicari banyak orang karna khasiatnya dan manfaat yang di dapatkan  100 % sangat mujarab. Minyak Kayu putih dapat mengobati keluhan- keluhan seperti:

  1. Masuk Angin
  2. Reumatik
  3. Radang Usus
  4. Diare
  5. Radang Kulit
  6. Demam
  7. Flu
  8. Perut kembung serta
  9. Peleman otot
  10. Memberikan rasa hangat pada tubuh
  11. Sakit gigi
  12. Sakit kepala
  13. Sakit telinga
  14. Pegal- pegal dan encok
  15. Kejang pada kaki
  16. Gatal di gigit serangga
  17. Luka baru
  18. Luka bakar dan
  19. Sebagai obat batuk.

Cara Pemakaian :
Oleskan pada bagian tubuh yang merasa sakit atau bagian yang memerlukan rasa hangat.
Minyak ini mengandung terutama eukaliptol (1,8-cineol) (komponen paling banyak, sekitar 60%), α-terpinol dan ester asetatnya , α-pinen , dan limonen

Selain itu menurut informasi dari beberapa penduduk asli dan informasi dari sumber terpercaya bagian – bagian dari kayu putih sendiri alhasil mempunyai manfaaat juga. BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit pohon, daun, ranting, buah.

KEGUNAAN:
Daun:
– Rematik.
– Nyeri pada tulang dan syaraf (neuralgia).
– Radang usus, diare, perut kembung.
– Radang kulit.
– Ekzema, sakit kulit karena alergi.
– Batuk, demam, flu.
– Sakit kepala, sakit gigi.
– Sesak napas (asma)

Kulit kayu: Lemah tidak bersemangat (neurasthenia). Susah tidur.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: Daun: 10-15 g, direbus.
Pemakaian luar: Kulit atau daun secukupnya digiling halus, untuk pemakaian setempat seperti alergik dermatitis, ekzema, luka bernanah atau daun segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci.

CARA PEMAKAIAN:
1. Rasa lesu dan lemah, insomnia:
Kulit kering sebanyak 6-10 g dipotong-potong seperlunya, direbus
dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring.
minum.

  1. Rematik, nyeri syaraf, radang usus, diare:
    Daun kering sebanyak 6-10 g direbus dengan 2 gelas air sampai
    tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum.

  2. Radang kulit, ekzema:
    Daun segar sebanyak 1 genggam dicuci bersih, rebus dengan 3
    gelas air air bersih sampai mendidih. Hangat-hangat dipakai untuk
    mencuci bagian kulit yang sakit.

  3. Luka bernanah:
    Kulit muda, sedikit jahe dan asam, dikunyah, Ialu ditempelkan pada
    luka terbuka yang bernanah. Ramuan ini akan menghisap nanah
    dari luka tersebut dan membersihkannya.

CATATAN :

  • Sulingan minyak dari daun dan ranting dinamakan minyak kayu putih (cajeput oil), yang berkhasiat sebagai obat gosok pada bagian tubuh yang sakit atau nyeri, seperti sakit gigi, sakil telinga, sakit kepala, pegal-pegal dan encok, kejang pada kaki atau menghilangkan perut kembung, gatal digigit serangga, luka baru, luka bakar, kadang sebagai obat batuk.
  • Minyak kayu putih yang murni, bila dikocok didalam botol, maka gelembung-gelembung yang terbentuk dipermukaan akan cepat menghilang. Bila minyak kayu putih dipalsukan, yaitu dicampur dengan minyak tanah atau bensin, maka gelembung-gelembung yang terbentuk setelah dikocok, tidak akan cepat menghilang.

URAIAN :
Kayu putih dapat tumbuh di tanah tandus, tahan panas dan dapat bertunas kembali setelah terjadi kebakaran. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 400 m dpi., dapat tumbuh di dekat pantai di belakang hutan bakau, di tanah berawa atau membentuk hutan kecil di tanah kering sampai basah. Pohon, tinggi 10-20 m, kulit batangnya berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit yang terkelupas tidak beraturan. Batang pohonnya tidak terlalu besar, dengan percabangan yang menggantung kebawah. Daun tunggal, agak tebal seperti kulit, bertangkai pendek, letak berseling. Helaian daun berbentuk jorong atau lanset, panjang 4,5-15 cm, lebar 0,75-4 cm, ujung dan pangkalnya runcing, tepi rata, tulang daun hampir sejajar. Permukaan daun berambut, warna hijau kelabu sampai hijau kecoklatan, Daun bila diremas atau dimemarkan berbau minyak kayu putih. Perbungaan majemuk bentuk bulir, bunga berbentuk seperti lonceng, daun mahkota warna putih, kepala putik berwarna putih kekuningan, keluar di ujung percabangan. Buah panjang 2,5-3 mm, lebar 3-4 mm, warnanya coklat muda sampai coklat tua. Bijinya halus, sangat ringan seperti sekam, berwarna kuning. Buahnya sebagai obat tradisional disebut merica bolong. Ada beberapa varietas pohon kayu putih. Ada yang kayunya berwarna merah, dan ada yang kayunya berwarna putih. Rumphius membedakan kayu putih dalam varietas daun besar dan varietas daun kecil. Varietas yang berdaun kecil, yang digunakan untuk membuat minyak kayu putih. Daunnya, melalui proses penyulingan, akan menghasilkan minyak atsiri yang disebut minyak kayu putih, yang warnanya kekuning-kuningan sampai kehijau-hijauan. Perbanyakan dengan biji atau tunas akar.

itulah kisah sesungguhnya di balik keberadaan minyak kayu putih yang selama ini kita ketahui….
saya berharap pemerintah agar lebih turun tangan untuk memfasilitasi para petani IKM minyak kayu putih dan juga membudidayakan minyak kayu putih.

 

sumber (dewasadewa.com)

“ BARU” Ditolak Masyarakat , Peluang Menang “RAMA” sudah di depan Mata.

15577639_120300001129286581_128508304_n

 

Namlea, Rana News,- Pasangan Calon Bupati Ramly I Umasugi dan Calon Wakil Bupati Buru Amus Besan (RAMA) setiap saat dibanjiri dukungan dari masyarakat, Rabu (14/12) kemarin di Desa Waeperang, Keluarga besar Ternate yang merupakan Basis dari pasangan BARU, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan RAMA, bukan itu saja, terlihat juga pergantian warna Posko dari warna Hijau menjadi kuning dibeberapa titik di Kabupaten itu dan gelombang penolakan terhadap pasangan BARU dimana-mana.

Banjir dukungan dari keluarga besar Ternate yang mendiami desa waeperang tersebut kurang lebih 40 kepala keluarga, alasan mereka memberi dukungan kepada pasangan RAMA dikarenakan RAMA mempunya kelebihan dalam memimpin, tidak berjanji dalam sebuah keputusan, selalu nyata dalam tindakan, bahkan masyarakat Desa Waeperang selalu dikunjungi tiap saat oleh pemimpin daerah,

“pak Ramly selalu memperhatikan desa kami, masyarakat kami, beliau bukan saat kampanye ini baru datang seperti mereka di sebelah sana yang lima tahun datang sekali dengan janji-janji manis mereka”. Tegas mereka kepada Calon Bupati Buru Ramly I Umasugi saat Umasugi diajak bertatap muka secara langsung dengan keluarga besar Ternate di salah satu rumah tua di desa tersebut.

Mereka juga menyebut bahwa, tim pasangan BARU yang dipimpin oleh Ikram Umasugi tiap saat datang untuk bertemu dan merayu mereka dengan sejumlah janji-janji manis, namun meraka tidak menaruh simpati sedikitpun kepada pasangan BARU yang dibawa pimpinan Ikram Umasugi,

“lorong ini basisnya Ikram Umasugi, tetapi mohon maaf ini bukan Pilegis, tetapi ini Pilkada, yang kami pilih itu kepala dan wakil kepala daerah, jadi komitmen kami keluarga besar ternate sudah bulat untuk pasangan RAMA”. Terang Abena Ternate uasai hadiri tatap muka bersama calon bupati buru Ramly I Umasugi.

Sebelumnya, dalam tatap muka bersama keluarga besar Ternate, Calon Bupati Buru Ramly I Umasugi menyampaikan ribuan terima kasih dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam kepemimpinannya selama ini masih kurang berbuat maksimal kepada masyarakat, Umasugi tidak membayangkan akan ada dukungan semacam ini dari warganya, olehnya Umasugi meminta untuk warga setempat saling menghargai walau ada perbedaan dalam politik.

Lagi-lagi umasugi menyampaikan kepada masyarakat setempat terutama keluarga besar Ternate bahwa suara keluarga besar ternate yang sudah memberi dukungan bulat kepada pasangan RAMA akan ditukarkan dengan sejumlah program nyata,

“kami tidak berjanji, tetapi kami hargai betul perjuangan bapak ibu sekalian, olehnya suara bapak ibu keluarga besar Ternate kami akan tukarkan dengan sejumlah program nantiny, silahkan bapak ibu datang untuk berkonsultasi dan menyampaikan hal-hal prinsipil/prifasi, rumah saya terbuka luas untuk bapak ibu sekalian”.

Terang Umasugi. Dari pantauan dilapangan dilaporkan, gelombang penolakan dari masyarakat terhadap pasangan BARU semakin memuncak di hampir semua titik, pada Selasa (13/12) kemarin, masyarakat simpatisan dan pendukung pasangan RAMA di Dusun pohon durian kecamatan Namlea melakukan perlawanan, penghadangan dan pemblokiran sepanjang jalan masuk dusun tersebut dengan sejumlah poster penolakan saat pasangan BARU hendak melakukan kampanye, bukan saja itu, sejumlah posko-posko pasangan BARU dibeberapa titik di kabupaten ini mengalami perubahan warna dari warna Hijau sebelumnya berubah menjadi warna kuning yang mana dibuktikan dalam setiap saat masyarakat mendatangai kediaman calon bupati Ramly I Umasugi untuk memberikan dukungan sekaligus menyatakan sikap mereka kepada pasangan RAMA.

Dilaporkan juga bahwa, dalam setiap kampanye pasangan BARU tidak memiliki massa dan simpatisan pendukung yang banyak seperti pasangan RAMA, setiap titik kampanye mereka selalu mendatangkan massa dari luar untuk bergabung. (…..

Sekilas Tentang Pulau Buru

4e563-petakabburu1

 

Port of Namlea Bupolo. Gerbang pelabuhan Namlea menyambut para penumpang yang baru turun dari Kapal Cantika Lestari 99. Ojek dan angkutan umum lain sudah siap menawarkan jasanya kepada para penumpang yang barus saja terombang-ambing selama kurang lebih 7 jam pelayaran dari Ambon. Waktu masih menunjukkan pukul 04.00 pagi, hanya beberapa lampu sorot yang menerangi dermaga saat itu. Cukup untuk membantu penglihatan para anak buah kapal dan kuli pelabuhan menurunkan muatan kapal. Selebihnya, tak banyak yang bisa diamati di sekitar pelabuhan pada hari sepagi itu.

Namlea merupakan Ibukota Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Pelabuhan di kota kecamatan inilah yang menjadi gerbang para warga untuk berhubungan dengan dunia luar. Adapun Lapangan Terbang milik TNI AU hanya menyediakan 1 maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju Ambon. Jadwal penerbangannya pun paling sering hanya 2 kali dalam seminggu, dengan pesawat bermuatan 12 penumpang. Tak ayal, transportasi laut masih menjadi moda utama untuk berhubungan dengan pulau-pulau sekitar termasuk dengan Kota Ambon, Ibukota Provinsi Maluku.

Dari Namlea, terdapat 2 jalan utama yang terhubung dengan kecamatan lain. Jalur pertama menyusuri Teluk Kayeli menuju bagian tengah pulau melalui kawasan tempat tinggal para mantan tapol tahun 1970-an dan sentra pertanian Kabupaten Buru. Jalur kedua menyusuri pantai di utara pulau yang menghubungkan ujung timur dengan ujung barat pulau. Jalur utara ini melewati kawasan wisata serta calon bandara komersil yang masih dalam tahap pembangunan.

Tempat penyulingan minyak kayu putih di Pulau Buru. Daun-daun kayu putih ditempatkan di tabung sebelah kiri foto, lalu dipanaskan dengan api yang berasal dari bawah tungku. Uapnya dialirkan ke wadah yang tersedia dalam tabung sebelah kanan foto untuk didinginkan dengan air yang menyelimuti tabung tersebut.

Jejak Tapol di Jalur Teluk
Jalan yang berkelok mengikuti kontur perbukitan savana menjadi pembuka jalur teluk ini. Perbukitan yang belakangan sering disebut Bukit Teletubbies ini sejatinya merupakan lahan tempat pohon kayu putih tumbuh secara liar. Sesuai namanya, pohon ini merupakan sumber utama dari minyak kayu putih yang menjadi komoditi khas Pulau Buru. Proses penyulingan minyak kayu putih ini masih dilakukan secara tradisional oleh penduduk setempat dan dijual dalam ukuran botol kecap seharga Rp. 200.000 per botol. Kekuatan sebuah merek membuat harganya menjadi lebih mahal seperti yang banyak dijual di Ambon sebagai oleh-oleh.

Konon, jalan berkelok yang memotong perbukitan tandus ini dibuat secara kerja paksa oleh para tahanan politik atau tapol yang dibuang ke Pulau Buru.Pekerjaan yang terbilang sulit karena mereka harus membelah kaki bukit yang tersusun dari batuan metamorf FormasiWahlua dengan peralatan seadanya. Jalan ini kini tengah dalam tahap pelebaran dengan sistem cut and fill, yaitu sisi bukit dipapas lalu material yang dipapas digunakan sebagai timbunan pada sisi lerengnya. Pada potongan bukit tersebut, terlihat singkapan yang terdiri dari sekis, kuarsit, batupasir malih, filit dan pualam dari Formasi Wahlua. Kelompok batuan metamorf tersebut tersusun berlapis, banyak rekahan dan agak lapuk.

Kondisi fisik batuan yang seperti ini rawan longsor terutama saat musim hujan. Di beberapa tempat, longsor bahkan sudah terjadi. Perlu adanya struktur penahan lereng atau dipotong lebih landai terutama pada lereng yang miring searah dengan kemiringan lapisan batuan.

Jalan berkelok mengikuti kontur perbukitan di Jalur Teluk. Tampak pemotongan lereng yang baru dibuat untuk pelebaran jalan, menyingkap batuan metamorf dari Formasi Wahlua. Di atas lerengnya pohon kayu putih tumbuh secara liar memenuhi bukit tersebut.

Jejak para tapol tersebut masih dapat dijumpai di jalur teluk ini, mereka menghuni daerah yang disebut unit. Sekarang, unit-unit tersebut tergabung dalam satu kecamatan bernama Kecamatan Waeapu dan terbagi dalam beberapa desa. Yang menarik, nama-nama desa tersebut masih berhubungan dengan sejarah tempat itu. Sebut saja Desa Mako, Ibukota Kecamatan Waeapu, yang merupakan singkatan dari Markas Komando, disebabkan tempat ini pernah menjadi pusat komando pemerintah yang mengawasi para tapol di Pulau Buru.

Meski banyak tapol yang telah kembali ke tempat asalnya, beberapa di antaranya memilih bertahan dan bergabung dengan transmigran di sana. Salah seorang yang masih bertahan ialah Pak Hassanuddin yang tinggal di Desa Savana Jaya. Bersama tapol lain, beliau membuka lahan pertanian di daerah yang dulu masih berupa padang savana ini. Merasa mubazir jika lahan pertanian tersebut ditinggalkan begitu saja saat pemulangan tapol, maka lokasi ini dijadikan lahan program transmigrasi. Bersama transmigran, beliau melanjutkan lahan pertanian itu. Kini, savana yang semula gersang berubah menjadi sawah produktif dengan sistem irigasi sepanjang tahun. Kawasan ini pun didapuk sebagai sentra pertanian Desa Savana Jaya yang menjadi desa pertama di Pulau Buru.

Variasi Bentang Alam Jalur Pantai
Pemandangan yang lebih bervariasi ditemui di Jalur kedua yang menyusuri pantai di utara pulau. Mulai dari bukit savana hingga hutan yang masih asri. Perkebunan kelapa dan pemukiman penduduk asli lengkap dengan kesehariannya. Kawasan Wisata Pantai Jikumerasa dan kawasan kars lengkap dengan gua dan tebing curamnya. Sungai-sungai berair jernih yang mengalir di antar hamparan endapan aluvial berukuran bongkah. Namun, yang paling menarik ialah adanya perubahan geomorfologi dan fenomena lain yang mengikuti perubahan itu.

Kawasan kars berumur Kuarter yang terdiri dari batugamping terumbu memiliki lereng yang terjal, sangat berbeda dengan perbukitan tandus yang berlereng relatif lebih landai dan bergelombang. Goa beserta ornamennya berada di bagian bawah lereng, tersembunyi di antara pepohonan di tepi jalan.

Aktifitas warga dalam memanfaatkan sungai yang masih jernih.

Dari kawasan kars, morfologi berubah menjadi landai setiap kali memasuki daerah pemukiman yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Jika melintas saat jam sekolah, banyak dijumpai anak sekolah berkerumun di tepi jalan untuk meminta tumpangan menuju desa asal mereka. Di pemukiman ini, sungai masih menjadi bagian dari aktifitas sehari-hari mereka. Mandi dan mencuci masih dilakukan di aliran sungai yang jernih.

Salah satu pemukiman yang paling menarik ialah Desa Jikumerasa yang ditetapkan sebagai kawasan wisata pantai. Di sini terdapat danau berair payau yang berada tidak jauh dari pantai dan terhubung dengan pantai melalui sungai berair jernih dengan lebar sekitar 15 meter. Saat laut surut, air danau akan mengalir ke pantai melalui sungai tersebut. Sebaliknya, air laut mengalir masuk ke danau saat laut pasang. Suasana Danau Jikumerasa masih asri dengan hutan mengelilingi tepiannya. Disediakan sampan lengkap dengan dayungnya bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana danau lalu mendayung menyusuri sungai menuju pantai atau sebaliknya. Pantainya yang masih jernih dan tenang relatif aman untuk snorkeling ataupun sekedar bermain air.

Interaksi antara perbukitan dan dataran tersebut, turut memberi bentukan pada aliran sungai di sepanjang jalur pantai ini. Endapan aluvial menghampar luas sebagai dampak terjadinya perubahan kecepatan aliran saat sungai memasuki dataran setelah mengalir deras di perbukitan. Hamparan endapan aluvial tersebar merata dalam bentuk yang menyerupai kipas jika dilihat dari udara. Bentuk ini lazim disebut sebagai kipas aluvial.

Lahan pertanian yang subur di Desa Savana Jaya, Kecamatan Waeapu. Saluran irigasi mengairi sawah ini sepanjang tahun sehingga tidak lagi mengandalkan musim hujan. Tampak bukit intrusi dan pegunungan di kejauhan yang merupakan lokasi penambangan emas di Pulau Buru.

Kipas aluvial terluas ialah di aliran Sungai (Wae) Duna yang langsung bermuara ke laut. Material aluvialnya berukuran bongkah yang terdiri dari bermacam batuan termasuk yang memiliki kualitas sebagai batumulia. Jalur pantai ini melintas tepat di mulut kipas aluvial Wae Duna, sementara di kaki kipas aluvialnya berdiri Desa Bara yang berada di tepi pantai. Sebagai kipas aluvial yang dinamis, bukan tak mungkin, suatu saat desa tersebut akan semakin jauh dari pantai akibat pengendapan dari Wae Duna setiap tahunnya. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui besaran laju pengendapan dari sungai yang berhulu di Gunung Kapalamada ini.

Mitigasi Sejak Dini
Kedua jalur jalan tersebut menunjukkan perkembangan dan pembangunan yang tengah terjadi di Pulau Buru khususnya Kabupaten Buru. Penemuan sumber daya mineral yang ekonomis turut ambil bagian dalam perubahan wajah Pulau Buru ke depannya. Namun, pembangunan tersebut jangan sampai mengabaikan potensi bencana yang mungkin terjadi. Sedari awal di kawasan ini perlu diterapkan pembangunan berwawasan mitigasi bencana.

Salah satu goa dengan stalaktitnya di kawasan kars yang dapat diamati dari tepi jalan.

Pelebaran jalan lama yang tengah dilakukan, sebaiknya memperhatikan kondisi geologi pada jalur jalan tersebut. Kemudian sesuaikan dengan teknik pemotongan lereng agar tidak menimbulkan gerakan tanah di masa depan. Lereng yang sudah runtuh dapat menjadi indikasi adanya ketidaksesuaian antara pemotongan lereng dengan kondisi fisik batuannya.

Pada jalur pantai, pembangunan jalannya sudah mulai memperhatikan potensi bencana di sepanjang jalan tersebut. Jembatan dibangun ulang dengan strukturyang kokoh dengan bentangan yang lebih lebar. Sekilas perbaikan ini seperti tak perlu karena jembatan terlampau panjang dibanding aliran sungainya. Namun, endapan sungainya menunjukkan bahwa sungai tersebut akan meluap berkali lipat saat musim penghujan. Dengan bentangan jembatan sekarang, jalan ini tetap bisa dilalui kendati sungainya meluap. ( Iqbal E. Putra)

Penulis adalah Penyelidik Bumi Pertama PVMBG, Badan Geologi.

Baksos di jikumerasa, “RAMA” prioritaskan Program Yang Menyentuh langsung kepada masarakat.

15556261_120300001118507080_1337162345_o

Namlea, RanaNews– Kegiatan Bakti Sosial pasangan calon bupati Ramly I Umasugi dan Calon Wakil Bupati Buru Amus Besan (RAMA) di Desa Jikumerasa mendapat sambutan yang positif dari warga setempat, dimana dalam bakti sosial itu Calon Bupati Buru Ramly I Umasugi lakukan peletakan batu pertama pembangunan Taman Pengajian Qur’an (TPQ) Al-Buru’uj di kampung Baru Desa Jikumerasa Rabu (14/12) pagi yang merupakan sarana pencetak generasi Islami.

Selain peletakan batu pertama pembangunan TPQ, Umasugi juga menghadiri agenda Khitanan massal dan memberikan santunan bagi anak yatim/piatu, janda-janda dan fakir miskin.

Wujut kecintaan dan kepedulian pasangan RAMA kepada masyarakat dan generasi Bupolo ini bukan pertama kali dilaksanakan, namun sudah terlaksana semenjak Umasugi menjabat sebagai wakil bupati periode sebelunnya.

“Kedepan Kami akan terus tingkatkan program-program sosial yang menyentuh langsung kepada masyarakat”. singkat Umasugi di sela-sela kegiatan khitanan masal.