
Namlea, Rana News,- Diduga Oknum sekelompok pendukung dari pasangan calon bupati dan calon wakil bupati buru dengan nomor urut 1 Bakir Lumbessy – Amrulah M Hentihu dengan jargon BARU melakukan penyerangan terhadap masyarakat Adat Dusun Balu-Balu Desa Wamlana Kecamatan Fena Leisela Kabupaten Buru pada selasa (3/1).
Keterangan yang berhasil di hinpun oleh wartawan dari masyarakat setempat bahwa, sebelumnya sekelompok oknum pendukung BARU, dengan menggunakan kurang lebih 4 buah mobil picup (truk mini) dan puluhan kendaraan roda dua melintasi jalan masuk dusun Balu-balu untuk berkonfoi pada selasa siang, dalam konfoinya dengan menggunakan alat pengeras suara, sejumlah oknum pendukung BARU sempat mengeluarkan kata-kata makian yang tak pantas di lontarkan didepan umum dan melakuna pelemparan batu kepada rumah-rumah warga adat setempat, sementara jadwal kampanye dialogis paslon BARU bukan dilaksanakan di dusun Balu-balu saat itu melainkan di Batlale, awelinan, karamat dan dusun waeula sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara KPUD setempat.

Kepada wartawan juga, masyarakat setempat mengatakan, mereka menyaksikan dengan jelas Ismail Palisoa salah satu pendung paslon BARU menggenggam sebuah alat tajam (parang) yang dikeluarkan dari dalam mobil picup dan kemudian menuju sebuah bangunan tenda (sabua) yang terletak didepan Rumah Adat dusun Balu-balu, Palisoa menghampiri tenda tersebut untuk kemudian menebang tiang-tiang tenda higa rubuh, yang mana tenda tersebut sebelumnya dibangun pasca penyambutan Calon Bupati Buru Ramly I Umasugi Senin (2/1) malam untuk bersilaturahmi dengan masyarakat adat setempat, alasan lain yang masyarakat sampaikan juga bahwa, tenda tersebut dirubuhkan oleh Palisoa dikarenakan menghalangi jalan mereka untuk berkonfoi.
Sementara itu korban pengancaman dan pelempara rumah, Markus waemese kepada wartawan mengatakan, rumahnya menjadi korban pelemparan dari oknum kelompok pendukung BARU, dimana kata Markus, tiba-tiba saja saat oknum kelompok pendukung BARU berkonfoi di dusun mereka, rumahnya dibanjiri batu yang datangnya dari arah jalan yang sementara dilalui oleh oknum kelompok yang berkonfoi.
Markus juga mengaku dirinya di ancam oleh salah satu oknum pendukung BARU yang bernama Arsad Fua, kata Markus sambil mengutip bahasa yang disampaikan Fua, bahwa apabila paslon BARU kalah di dusun tersebut maka mereka akan dihabisi,
“arsad fua yang ancam beta, dia bilang, sampe BARU kalah di sini, katong Iris kamong, dia bilang sambil dia tunju ke beta”.

Keterangan yang berhasil dihinpun dari beberapa saksi bahwa, korban dengan saksi sudah melaporkan kejadian tersebut pada Rabu (4/1) di polsek kecamatan Air Buaya, namun hingga saat ini menurut mereka, polsek setempat belum memprosesnya, alasannya bahwa polsek akan melakukan mediasi antara kedua belah pihak, sementara menurut mereka (saksi Red,-) bersih keras untuk menempuh jalur damai.
Sementara itu Wakapolres Buru Kompol L Watimena saat dihubunggi wartawan lewat telepon seluler Rabu (4/1) membenarkan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan kepada polsek air buaya, “saya sudah mendapat laporan dari polsek air buaya bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan”. terang Watimena.
Saat disinggung soal ancaman yang dilakukan oleh salah satu pendukung BARU yang bernama Arsad Fua kepada korban Markus Waemese, Watimena mendukung laporan tersebut, dikarenakan itu adalah hak dari korban.
“apabila itu mereka lapor juga maka tentunya kita juga tetap akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga ada langkah efek jera untuk dikemudian hari tidak terulang lagi”. Singkat Watimena.(RN-MR)