Di Pohon Durian Kampanye “BARU” Diwarnai Poster “Penolakan” Warga.

untitled-1

 

Namlea, RanaNews,- Simpatisan dan pendukung Pasangan calon bupati buru dengan nomor urut 2, Ramly I Umasugi dan calon wakil bupati buru Amus Besan dengan akronim RAMA nyaris Ricuh di dusun pohon durian kecamatan namlea pada selasa (13/12) sore ketika pasangan calon bupati buru nomor urut 1 Bakir Lumbessy   dan calon wakil bupati Amrullah Madani Hentihu dengan akronim BARU hendak menuju Dusun Pohon Durian untuk melakukan kampanye.

Dari pantauan dilapangn dilaporkan bahwa, simpatisan dan pendukung  fanatik pasangan RAMA di Pohon Durian berdiri disepanjang jalan masuk yang akan dilewati oleh pasangan BARU dengan menggunakan Poster bertuliskan penolakan pasangan “BARU”

“Katong Tolak BARU, Katong pilih RAMA, RAMA Harga Mati dan Kami Pilih RAMA”, sambil meneriakan yel-yel kemenangan RAMA.

terlihat juga, simpatisan fanatik RAMA ini sebagian besar ibu-ibu setempat, mereka berteriak penolakan BARU untuk berkampanye di dusun tersebut tanpa dimotori oleh siapapun,

“ini hak katong untuk katong tolak, seng ada yang suru katong bikin bagini dan ini murni dari katong sandiri”

teriak ibu-ibu simpapatisan tersebut sambil berjoget dihadapat rombongan pasangan BARU yang hendak menuju lokasi kampanye. merasa geram dengan aksi simpatisan RAMA, sejumlah pengawal pribadi (Body Gear) pasangan BARU turun dari mobil untuk menghadang aksi tersebut, sebelumnya juga sempat terjadi Adu mulut antara pendukung BARU dan RAMA namun aparat yang mengawal pasangan BARU dengan cepat menelarai aksi itu. (MR)

SD N 1 Namlea Prioritaskan Pendidikan Berkualitas Tampa “Pungli”

9

 

Namlea.RanaNews.Sekolah Dasar (SD) Negri 1 Namlea berkomitmen untuk tidak melakukan pungutan kepada para siswa dan akan memanfaatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) guna meningkatkan kualitas pendidikan  siswa.

Said Litiloly kepala sekolah SD N 1 Namlea kepada media (12/12)  menyampaikan untuk mendorong program pemerintah Jokowi-Jk dalam melakukan pemberantasan pungutan Liar (pungli) ia telah membatasi seluruh guru dan para wali kelas untuk tidak melakukan pungutan kepada siswa tampa alasan dan dasar yang kuat.

“saya telah membatasi seluruh guru dan wali kelas untuk tidak lagy melakukan pungutan tampa dasar alasan yang jelas” tandas litiloly.

Litiloly melanjutkan, ketika kedapatan, ia akan meminta guru atau wali kelas tersebut untuk melakukan pertanggungjawaban atas perbuatanya. Litiloly juga menjelaskan pihak sekolah akan memanfaatkan penggunaaan dana BOS sebaik-baiknya untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan siswa dengan sarana prasarana yang memadai dan kedisiplinan para tenaga pengajar.

“pihak sekolah akan memanfaatkan dana BOS untuk diprioritaskan kepada  sarana dan prasarana pendidikan agar kebutuhan belajar siswa dapat terpenuhi dengan baik” ujar litiloly (RN-MR)